Desa Wisata Pancasila Ketambe Aceh Tenggara

Desa Wisata Pancasila Ketambe Aceh Tenggara
Desa Wisata Pancasila Ketambe Aceh Tenggara

Air terjun yang terletak tidak jauh dari pemukiman warga, menjadi menarik ketika disulap menjadi sebuah destinasi wisata Pancasila. Berbalut hutan alami pesona air terjun tersebut bisa dinikmati dengan jarak sekitar 800 meter dari jalan lintas provinsi.

Lokasi Desa Wisata Pancasila tersebut berada di Desa Ketambe, Kutacane, Aceh Tenggara. Diresmikan langsung oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Staff Khusus Ketua MPR RI Andi Sinulingga, meresmikan

Peresmian itu disampaikan secara virtual dari Bali, Rabu (28/10/20/). Bamsoet menjelaskan, desa wisata ini dibangun dari swadaya pemuda desa dengan dibantu beberapa pihak. Sebelumnya, desa ini hanyalah hutan semak belukar tak terawat, banyak pohon-pohon tumbang karena terjadi longsor tebing-tebing sungai. 

“Lokasi Desa Wisata Pancasila yang berada di kawasan hutan Leuser sebagai paru-paru dunia, semakin memberikan nilai tambah. Saya berharap segenap elemen masyarakat dengan sepenuh hati turut berpartisipasi membangun desa wisata ini, tidak hanya demi peningkatan kesejahteraan, melainkan juga demi kelestarian lingkungan dan kawasan,” ujar Bamsoet.

Ia mengatakan, seiring upaya pengembangan potensi desa, maka mau tidak mau desa akan menjadi kawasan terbuka bagi masuknya berbagai pengaruh dunia luar. Termasuk di dalamnya globalisasi dan kemajuan teknologi.

Untuk itu, lanjut Bamsoet, nilai-nilai kearifan lokal harus tetap dijaga dan dilindungi, agar tidak tergeser oleh laju roda zaman. 

“Kita tentunya tidak menginginkan pengembangan potensi desa menjadi pintu masuk atas lunturnya kearifan lokal, tergerusnya semangat kegotongroyongan, dan terkikisnya wawasan kebangsaan, karakter, dan jati diri ke-Indonesiaan,” jelasnya. 

Kemudian Bamsoet juga menerangkan, di samping tetap menjalankan peran sebagai ‘lumbung pangan’ nasional, desa juga telah tumbuh menjadi sentra perekonomian baru dalam skala kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, dengan sedikit sentuhan teknologi dan peningkatan kompetensi serta kapasitas sumber daya manusia, pemerintah juga sedang menggalakkan program pengembangan potensi desa menjadi Dewa (desa wisata agro), Dewi (desa wisata industri), dan Dedi (desa digital). 

“Melalui potensi sumberdaya yang dimiliki, didukung peluang pengembangan sektor pertanian dan industri kecil dan menengah yang masih terbuka lebar, saya optimis bahwa para petani dan pelaku UMKM milenial di desa bisa memberikan konstribusi besar dalam mendorong bangkitnya perekonomian nasional, khususnya pasca pandemi Covid-19,” terangnya. 

Ia meyakini akan semakin banyak desa yang berkembang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Masa depan Indonesia, bukan lagi berada di perkotaan, melainkan berada di pedesaan. 

“Slogan ‘bekerja di desa, rezeki kota, bisnisnya mendunia’, akan menjadi magnet yang menarik minat generasi muda untuk kembali ke desa. Membangun daerahnya dan mengoptimalkan berbagai peluang yang ada,” pungkasnya.

Hadir dalam acara peresmian Desa Wisata Pancasila tersebut Ketua DPRD Kabupaten Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, Forkopimda, Ketua Konservasi Pengelola Leuser Ketambe Misuardi serta Kepala Desa Bala Lutu Adbandi dan Ketua Pemuda Suhardi dan tokoh masyarakat Desa Balai Lutu Sahudin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *