Kampung Jodipan menjadi viral dan banyak dikunjungi masyarakat, berawal dari perkampungan yang kumuh disulap menjadi warna warni yang instagramable.
Menurut Soni Parin Ketua RW 02 Kelurahan Jodipan Kampung Warna-wani ini awalnya tidak sengaja, berawal dari mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata) dari UMM (Universitas Muhammadiyah Malang).
Sebelum ada pandemi bahkan bisa mendatangkan 500 hingga 1000 orang yang berkunjung disana. Dengan tarif Rp 3 ribu bisa menghasilkan pendapatan Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per harinya.
Sehingga tidak heran apabila kemudian Kampung Jodipan bisa memberdayakan warganya untuk bekerja. Ada 20 penjaga loket yang dibagi menjadi empat titik, kemudian ada juga yang bertugas sebagai penjaga parkir 10 orang, dan petugas kebersihan ada 2 orang.
Mereka mendapat gaji dari hasil perndapatan Kampung Warna-warni rerata 1,2 juta. Selain itu warga juga berdaya dengan menjajakan berbagai makanan.