Infrastruktur dan keamanan menjadi dua kendala utama dalam melistriki perangkat pemerintahan Indoneia di desa. Ada fakkta yang cukup menarik, yaitu masih ada 433 desa yang belum teraliri listriki.
“Memang dari sisa yang ada terkendala masalah infrastrukturnya, bagaimana kita bisa masuk ke pelosok-pelosok tersebut, bagaimana kita bisa memetakan lokasinya,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang dulu pernah menjadi Direktur Petrokimia Gresik
Menurutnya kendala lain adalah logistik dan memang akan ada upaya-upaya khusus sehingga target 2020 ini, 433 desa tersebut sudah bisa dimasuki listrik.
“Kemudian yang ketiga, terkait dengan kualitas listrik. Kita memang harus meningkatkan kualitas listrik suplai kita,” ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan kendala saat melistriki 433 desa dalam 5 tahun terakhir. Di antaranya infrastruktur, keamanan dan sumber-sumber energi yang akan digunakan sebagai pembangkit.
“Memang dari sisa yang ada terkendala masalah infrastrukturnya, bagaimana kita bisa masuk ke pelosok-pelosok tersebut, bagaimana kita bisa memetakan lokasinya,” ujarnya, dikutip dari Setkab, Sabtu (4/4/2020).
Kendala lain, menurut Menteri ESDM, juga sektor keamanan, karena daerah-daerah rawan yang akan dimasuki sehingga memerlukan dukungan dari aparat. “Kemudian juga kita harus mengidentifikasi sumber-sumber energi apa yang dipakai untuk bisa dijadikan sebagai energi pembangkit,” kata Menteri ESDM.
Sekarang ini, pemerintah sudah memiliki banyak alternatif, antara lain prioritas untuk memanfaatkan sumber energi yang terbarukan. “Kemungkinan menambah 2 tahun terakhir kita menambah memasang Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Tapi alat ini life time-nya 3 tahun, tentunya saja harus kita ganti,” tambahnya.
Kendala, menurut Menteri ESDM, adalah logistik dan memang akan ada upaya-upaya khusus sehingga target 2020 ini, 433 desa tersebut sudah bisa dimasuki listrik. “Kemudian yang ketiga, terkait dengan kualitas listrik. Kita memang harus meningkatkan kualitas listrik suplai kita,” ujarnya.